Rabu, 17 Agustus 2011
Cahaya Bulan
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan pelan di Lembah Kasih
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap
Kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Kudengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta
Cahaya bulan menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutahu dimana jawaban itu
Bagaikan letusan berapi
Membangunkanku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri
Mencari jawaban kegelisahan hati
- gie -
Puisi Terakhir
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah,
Aada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di wiraza,
Ttapi aku ingin menghabiskan waktu ku disisi mu sayang ku….
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandala wangi
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
Ada bayi-bayi yang lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati disisi mu manisku
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tidak satu setan pun tahu
Mari sini sayangngku
Kalian yang pernah mesra Yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas Atau awan yang menang
Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa
Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahir
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua
Berbahagialah mereka yang mati muda
Mahluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu
-Soe Hok Gie-
Rabu, 03 Agustus 2011
Bidadari Surga
Senyuman terukir indah
Menghiasi wajah indah nan bercahaya
Merah pipi menambah seri
Pesonanya mengobati luka di hati
Getar suara dalam canda tawa
Mengalun indah menggetarkan suasana
Penuh ceria dan bahagia
Menemani hari dalam nuansa indah
Berbagi dalam bahagia
Sedih dan duka lara tersimpan rapi dikedalaman hati
Menunggu saat indah tuk dapat diutarakan
Dengan tutur penuh hikmah dalam perkataan
Pesan-pesan penuh hikmah
Mengiringi langkah-langkah dalam perjuangan
Bersama kesabaran menemani segala rintangan
Berharap akan sebuah keridhoan
Cinta kasih terukir indah menghiasi
Tiada duka tiada derita karena dia ada di sisi
Dikaulah idaman dan pujaan
Kerinduan selalu hadir menantikan
Berharap pertemuan segera diwujudkan
Hati yang terbelah kembali disatukan
Bersama kasih-Nya dan ridho-Nya
Dikaulah bidadari yang terlahirkan
Dari rahim kemuliaan
Hidupmu tuk sebuah kesetiaan
bentuk sebuah kebahagiaan
Citamu hanya satu tujuan
Berharap dapat menemani hingga hari yang dijanjikan
Menjadi bidadari dalam keabadian . . . .
Langganan:
Komentar (Atom)
