Kamis, 29 Desember 2011
Wanita macam apa aku ini
kehidupan macam apakah ini kehidupan seperti apa ini
sekarang aku bertanya kepada diriku sendiri
bukan kalian ataupun yang lain..ya dengan diri sendiri
tapi mana suara hati itu tak nampak jelas
hanya samar-samar kata dan suara
mungkin haruskah aku terdiam..ya aku harus diam
tapi sungguh aku tidak berjanji mulut ini kan terbungkam
terbungkam pada sisi ketidak adilan
aku wanita dan akan terus menjadi seorang wanita
tapi ingat aku tak lemah seperti mereka
padanya aku berjanji dan padanya aku berikrar
hei..wanita macam apakah aku ini yang bisa tertawa
tapi tak pernah bisa menangis...
yang bisa berjalan padahal unsurnya patah
yang bisa tersenyum padahal hatinya pedih
wanita macam apa aku ini yang membiarkan semua terjadi
harusnya kasih sayang yang kuberikan
bukan sebatas pemberian dan upeti
aku harus menjadi layak untuknya dan hatinya
aku akan diam sejenak dan sejenak saja
hanya untuk menata hati dari segala kehancuran
aku dan jiwa baruku dan seperti dulu
terimakasih atas alur takdir ini
aku diam bukan berarti tak bisa bergerak
-29 des 2011 "sn"
Sabtu, 12 November 2011
Cintaku karena-NYA
Rabbi
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia
tabahkan hatinya
teguhkan imannya
sucikan cintanya
lembutkan rindunya
Rabbi....
Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia
penuhi hatinya dengan Kasih-MU
terangi langkahnya dengan Nur-MU
bisikkan kedamaian dalam kegalauan
temani dia dalam kesepian
Rabbi...
kutitipkan cintaku pada-MU untuknya
resapkan rinduku pada rindunya
mekarkan cintaku bersama cintanya
satukan hidupku dan hidupnya
dalam cinta-MU
sebab, sungguh aku mencintainya karena-MU...
Jumat, 21 Oktober 2011
Teman Melukis-ku
Menggoreskan kuas dan cat hitam ini ke sebuah kertas , seperti melukiskan kembali sebuah alur cerita manis, Dulu dalam sebuah lakon dia hadir menelisik jalan pikiran dan hati yang sudah mulai membeku,dia mencairkan semua dengan dua buah kata yaitu cinta dan rindu , dulu dia menemaniku dalam malamku,dia selalu menemaniku menulis dan melukis alur jiwa,dulu suaramu adalah semburat semangatku
kepada "dia" aku hanya ingin berujar sebuah kata yaitu "Rindu"
Senin, 17 Oktober 2011
HANIEN
Mestinya malam ini
bisa sangat istimewa
seperti dalam mimpi mimpiku
selama ini
Kekasih, jemputlah aku
Kekasih, sambutlah aku
aku akan menceritakan kerinduanku
dengan kata kata biasa
dan kau cukup tersenyum memahami deritaku
lalu kuletakkan kepalaku yang penat
di haribaanmu yang hangat
kekasih, tetaplah di sisiku
kekasih, tataplah mataku
tapi seperti biasa
sekian banyak yang ingin kukatakan tak terkatakan
sekian banyak yang ingin kuadukan
diambilalih oleh airmataku
kekasih, dengarlah dadaku
kekasih, bacalah airmataku
Malam ini belum juga
seperti mimpi mimpiku
selama ini
malam ini
lagi lagi kau biarkan
sepi mewakilimu.
Rembang, 1999
- Gus Mus -
Sabtu, 15 Oktober 2011
My Hand Made
my hand made...awalnya saya kurang tertarik denga henna..karena basic dari kecil saya suka melukis..saya coba-coba mencari eksperimen,suatu saat saya datang ke sebuah pernikahan dan sang pengantin perempuan memakai hiasan henna..dari awal itu saya mulai browsing bagaimana cara membuat henna..bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan,..
dan dari rasa penasaran akhirnya saya bertemu dengan seorang artis henna di solo..dialah yang memberi semangat saya untuk mempelajarinya..bahkan yang membuat saya lebih tertarik itu bisa dijadikan profesi..woow mau dong..daripada iseng corat2 di kertas ga ada salahnya saya mulai menekuni
Jumat, 14 Oktober 2011
_ Rekreasi hati _
Benarkah ketenangan itu harus dicari di suatu tempat, di suatu masa? Padahal tubuh punya hati yang tak terbatas ruang dan waktu. Mungkin jawabnya : iya! Kadang hati pun butuh rekreasi : jeda sesaat dari hiruk pikuk emosi yang membakar nalar sehat.
Mungkin ada benarnya kita menyingkir sejenak : bercinta dengan bulan dan bintang di suatu tempat, di suatu masa, di mana tatap mata tak lagi memandang kita dengan
senyum mencibir atau dengan sapa hangat melenakan. Sendiri dibaui hening, mencipta tanpa batas : di suatu tempat, di suatu masa.
Lalu dimana tempat yang ingin kau pijak, sahabatku? Kapan juga masa akan memelukmu dengan aneka puisi keindahan...? Yang pasti hatimu tetap hidup dalam adamu. Aku percaya, di situlah adanya tempat dan masa tenangmu memuja nyata.
Rabu, 12 Oktober 2011
Keramat Rindu
Menjadi biasa, itu luar biasa. Aku terbiasa bersamamu lalu tidak, itu sungguh menyiksa.
Tak mampu kutepikan. Nyatanya, rumah hatimu adalah tumpah rinduku. Berkemah merangsak sumsum; mengibarkan bendera kegelisahan yang membukitkan luka, juga bahagia.
Jika boleh memilih, aku membutuhkan rindu sebagai kata keramat yang ingin kudengar dari bibirmu, setiap hari. Seperti berpuluh malam yang kita pahat dengan napas surgawi. Seperti berpuluh mimpi yang kita hias dengan warna pelangi.
Entah
- Moammar Emka-
Senin, 10 Oktober 2011
Berharap Sempurna
Aku tak pernah berharap
Kau menjadi sempurna
Aku mencintaimu karena apa adanya
Tapi aku selalu berharap
Cintaku menjadi sempurna, untukmu
Karena di hatimulah tempatku ingin berhenti
Karena kamulah alasan pencarianku
Ijinkan aku mencintaimu dengan caraku
Menjadikanmu pengantin suci di setiap jejak napasku
Ijinkan aku mencintaimu dengan caraku
Menjadikanmu satu-satunya yang terindah, untukku.
by.Moammar Emka
Rabu, 17 Agustus 2011
Cahaya Bulan
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan pelan di Lembah Kasih
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap
Kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Kudengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta
Cahaya bulan menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutahu dimana jawaban itu
Bagaikan letusan berapi
Membangunkanku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri
Mencari jawaban kegelisahan hati
- gie -
Puisi Terakhir
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah,
Aada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di wiraza,
Ttapi aku ingin menghabiskan waktu ku disisi mu sayang ku….
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandala wangi
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
Ada bayi-bayi yang lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati disisi mu manisku
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tidak satu setan pun tahu
Mari sini sayangngku
Kalian yang pernah mesra Yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas Atau awan yang menang
Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa
Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahir
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua
Berbahagialah mereka yang mati muda
Mahluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu
-Soe Hok Gie-
Rabu, 03 Agustus 2011
Bidadari Surga
Senyuman terukir indah
Menghiasi wajah indah nan bercahaya
Merah pipi menambah seri
Pesonanya mengobati luka di hati
Getar suara dalam canda tawa
Mengalun indah menggetarkan suasana
Penuh ceria dan bahagia
Menemani hari dalam nuansa indah
Berbagi dalam bahagia
Sedih dan duka lara tersimpan rapi dikedalaman hati
Menunggu saat indah tuk dapat diutarakan
Dengan tutur penuh hikmah dalam perkataan
Pesan-pesan penuh hikmah
Mengiringi langkah-langkah dalam perjuangan
Bersama kesabaran menemani segala rintangan
Berharap akan sebuah keridhoan
Cinta kasih terukir indah menghiasi
Tiada duka tiada derita karena dia ada di sisi
Dikaulah idaman dan pujaan
Kerinduan selalu hadir menantikan
Berharap pertemuan segera diwujudkan
Hati yang terbelah kembali disatukan
Bersama kasih-Nya dan ridho-Nya
Dikaulah bidadari yang terlahirkan
Dari rahim kemuliaan
Hidupmu tuk sebuah kesetiaan
bentuk sebuah kebahagiaan
Citamu hanya satu tujuan
Berharap dapat menemani hingga hari yang dijanjikan
Menjadi bidadari dalam keabadian . . . .
Jumat, 29 Juli 2011
Adilkah Buatku
malam ini memang waktunya aku mengungkapkan
Rasa yang sebelumnya tak pernah terlintas
Tak pernah terpikirkan di benak kalian
Aku sangat lelah...aku tersungkur
Aku selalu harus memikirkan kalian
tapi tak sedikitpun aku dipikirkan..
taukah kalian aku juga punya hati dan perasaan..
Menjalani helai demi helai
Mengurai lembar demi lembar
Itu menyakitkan dan sangat membuat siksa
Apa yang aku jalani aku ungkap
Aku selalu menjaga tanpa terjaga
Sakit rasanya...
Jikalau raga ini kan terajam
Dan terhakimi oleh kesalahanya
aku rela jika itu bisa membuat angin surga
Mencintai seseorangpun tak daya
Tak terbalas dengan rasa...
Tuhan...aku tau ini cobaan
Aku tau ini ujian...anggap saja ini akhir..
Aku titip kebahagiaan anaku..
Aku titip kebahagiaan ibuku dan adiku
Aku betul2 lelah....
Buat kamu orang yang aku cintai
Rasa ini kan selalu ada..kan tersimpan
meski kau tak membalasnya..
Aku tau mereka terbaik dan lebih baik
Mungkin Bahagiamu bersamanya..
Bahagiamu adalah bahagiaku
Untuk sahabat dan orang yang bilang saudara
Aku memang tak layak dapatkan arti
Maafkan aku..ikhlaskan aku
ijinkan kulepaskan topeng ini sejenak saja
Topeng ketegaran dan kekuatan
Penuh senyum dan aura bijaksana
Ya Rabb..hamba lelah
Aku ingin sudah...
Kamis, 21 Juli 2011
Ketika Tuhan Menciptakan Wanita
Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
"Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?"
Tuhan menjawab,
"Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?
" Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan,
punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".
Malaikat menjawab dan takjub,
"Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!
Tuhan menjawab,
"Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari".
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
"Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?"
Tuhan menjawab,
"Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata."
"Untuk apa?", tanya malaikat
Tuhan melanjutkan,
"Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan,
kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan,
serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki,
ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita.
dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki,
dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri,
dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit,
mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu,
bahkan tertawa saat ketakutan. dia berkorban demi orang yang dicintainya,
dia mampu berdiri melawan ketidakadilan,
dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang,
dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia,
dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran.
dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian,
tapi dia mampu mengatasinya.
dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
Kamis, 30 Juni 2011
Layakkah Aku
macam apakah?..rupa yang bagaimana?
bergumam terngiang di otak tiada tara
macam apakah jiwa ini
ketika hanya bisa diam melihat sebuah penghabisan
makhluk seperti apa raga ini..
ketika sudah tak punya rasa dan hawa bicara
ketika diam melihat keterpurukan
di depan mata hati yang sedang rancu
layakkah raga ini mendapatkan sebuah tawa
layakkah raga ini dihadiahi sebuah tangis
tangis atau sebuah tawa kebahagiaan
yang selalu terekam di dalam kalbu jiwa
hai..tanganku sudah tak mampu menggapai
kakiku tak dapat digerakan untuk melangkah
ketika berjuta tanya selalu menjadi iblis
iblis yang siap mengganggu mimpi indahku
semua menjadi gelap ketika ketakutan itu datang
lorong waktu yang tak muat menampung lara
masih punya hati kah aku..?
masih punya tawa kah diriku..?
dan masih keluarkah air mataku..?
suara kalbu selalu menjawab tidak
namun mulut selalu bergumam mengiyakan
surut sudah langkah tergerai
surut menggelayut dalam sunyi
jengah terarah..diam
ku kan diam tanpa bergumam
Selasa, 28 Juni 2011
Senyuman Rembulan
Wahai engkau yg memiliki hati serupawan wajahmu,
Dengan jiwa yang gelisah aku hanya mampu memandang dan merasakan perihmu dalam jarak.
Aku hanyalah seutas benang yang tertenun dalam kelam lembaran kisah hidupmu,
Yang dipertautkan dalam perjalanan takdir mencari cahaya,
Bukan…
Bukan iba yang kurasa ketika tersingkap luka di balik senyummu,
Tetapi pana ketika engkau mencengkeram erat keyakinanmu,
Untuk menahanmu agar tegak di atas kedua kaki lemahmu,
Jangan sesali keberadaanmu,
Sungguh…
Karena engkau berawal dan berakhir dalam ketiadaan.
Tuhan memberimu perasaan rapuh agar kau mampu memahami makna kekuatan.
Ingatlah pada terumbu karang, saudariku…
Yang di balik kerapuhannya mampu menahan amukan gelombang dan menjadi tempat berlindung bagi kehidupan sekitarnya.
Jangan pernah kau merasa sia-sia,
Karena cahaya berpendar dari sela-sela jari kakimu,
Setiap kali engkau menapak tajamnya kerikil yang menusuk uratmu.
Aku cemburu padamu,
Bukan karena apa yang kau miliki,
Tetapi karena aku tahu Sang Maha Pencinta kelak akan menyambutmu di gerbang cahaya-Nya,
Sungguhpun pada akhirnya aku memahami bahwa cahaya yang kucari hanyalah ilusi,
Ku tak pernah menyesali,
Karena perjalanan takdir membawaku pada cahaya sejati,
Yang mampu menerangi gulita kalbuku.
Kaulah rembulan itu, saudariku…
notes from my best friend sulistyo listyo
Jumat, 24 Juni 2011
Menunggu Senja ( Hurina )
Hurina
Engkau sosok rembulan luka
Darah mewarnai angkasa senja
Menyaput merah, menyulut resah
Membias sepasang bola mata berkaca-kaca
Kau yang kutunggu,
Yang datang sebelum malam
Yang mengintip malu di balik mega
Di sisi mentari
Di muka pasi
Hurina
Aku hanya pungguk berselimut debu
Bahala mendekat arkian mengangkup
Tak ayal sirna, anggal digiring bayu
Kau yang kurindu
Yang gerhana sebelum malam, cinta pakaianmu
Yang Menyapa aku dengan jeritan
Desah keluhan
Kau pun hilang
Hurina
Tak kuasa mengampu airmata
Kenyang mengayap cuka
Berbilang hari mengambin hampa
Rela,
Mengapa tiada
inspiration from "deni indrianto" picture
Rabu, 22 Juni 2011
Sebatang Rokok Di Hari Tuaku
lelah raga tua tertata masa
antara keriput rentan terbalut
berjalan gontai dari gubuk menuju peraduan
peraduan nasib dan rasa diantara hingar dunia
adzan subuh membelalakan mata sayunya
terbangun karena kewajiban jiwa yang menghentaknya
dengan mencuci muka sekedarnya
dan memakan sarapan pagi termewahnya
yaitu segelas air putih dan sekepal nasi aking
dengan lirih dia ucapkan selamat pagi dunia..
terseok-seok berjalan dengan penopang raga tuanya
menyusuri pagi yang dingin jalanan kota
menatap pilu diantara baja-baja besi yang melintas
dengan mencari sesuap pengharapan besar...
diantara orang-orang yang beruntung nasibnya
lalu aku kapan?batinya selalu berontak..kapan..dan kapan
setiap hari raganya teronggok di sudut sebuah pasar
tenggelam diantara hiruk pikuk ekonomi yang kuasa
diantara orang-orang yang menghamburkan uangnya
lalu aku kapan?..kapan aku bisa seperti mereka
saat kutengadahkan tangan menoleh sedikitpun mereka enggan
berjalan melambai..dengan tas belanjaan dan perhiasan mewahnya
padahal yang kuinginkna hanya koin kuning yang tak bernilai
tapi begitu berharga bagi kelangsungan hidupku
sebatang rokok inilah teman berbagi suka dukaku
yang selalu menemani dan menetramkan batinku
mendampingi mulut asamku dan bibir keriputku
yang telah hambar akan suara dan nada kalbu
dunia bolehkah aku bertanya,...
apakah hingga akhir ujung aku akan diacuhkan
dimana anak-anaku yang konon sudah berharta
dimana orang-orang yang bersuara lantang itu
yang konon akan membela dan merawatku si jompo
dan dimana keadilan jaman untuku
batinya berteriak sekeras gema dan gaung di gunung
cukup airmata menampung lara tuaku
baiklah..kutunggu saja berita baik itu
dengan sahabatku sebatang rokok ini
dan helaan nafas yang entah kapan kan terhenti
yogyakarta,23 juni 2011
inspired picture by deni indriyanto
Selasa, 21 Juni 2011
Gumam Penghabisan
Segalanya kemudian menjadi temaram
ketika senja direnggut malam
dan kereta ajal tiba menjemputku
di tiang gantungan...
hari datang dan pergi
menjinjing selaksa teka-teki
kemungkinanpun gerbang tak terkunci
sedangkan ajal dan duka
menunggu di tikungan
menyergap harapan..
selamat tinggal tak sempat terucap kepadamu,nak..
saat kereta itu tiba..
mayatku diturunkan dari tiang gantungan
dicatat di satu dua kalimat oleh koran-koran
"hari ini seorang TKW indonesia dihukum gantung"
lalu hilang di lubuk malam
orang-orang tak menyimpan arsipnya
di bekas roda kereta maut yang tiba
berlalu benar kemiskinan memerosotkan martabat
keadilan hanya kata-kata manis bagi orang tak berdaya
yang tidak masuk dalam hitungan elite politik
segalanya kemudian menjadi temaram
ketika sang senja direnggut malam
dan kereta ajal tiba menjemput di tiang gantungan
aku sekarang bergumam sendiri..
menggumamkan dosa penghabisan
mengumumkan kembara kami para tkw..
hanya satu yang teraba
martabat sudah terlalu jauh..
karena sudah diperosotkan kemiskinan
Jumat, 17 Juni 2011
Kematian

Biarkan aku terbaring dalam lelapku,
kerana jiwa ini telah dirasuki cinta,
dan biarkan daku istirahat,
kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.
Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini,
dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.
Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,
dan bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.
Biarku istirahat di ranjang ini,
kerana kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;
Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan menyejukkan jiwaku;
Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.
Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,
kerana makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.
Hapuslah air matamu, saudaraku,
dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.
Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak infiniti;
Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.
Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku.
Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.
Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan jemari merah jambu mereka;
Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku dan memberkatiku;
Biarkanlah perawan-perawan mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,
dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku.
Kamis, 16 Juni 2011
CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh
- kahlil gibran -
Waktu

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.
Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.
by kahlil gibran...
Rabu, 15 Juni 2011
THE RAIN IN JUNE

Nobody resolute
Rather than the rain in June
Its yearning-drizzle is hidden
To the tree which has bloom
Nobody wise
Rather than the rain in June
His footprints is erased
Which hesitant in the way
Nobody skillful
Rather than the rain in June
The unspoken thing is ignored
Absorbed by the root of the flower tree
by: Sapardi djoko damono
Sabtu, 04 Juni 2011
Ini Semua Kembali
jika hari ini semua daun sudah gugur
Semua burung telah berhambur terbang
Semua bunga telah lepas dari tangkainya
Dan binatang telah mati terinjak kaki manusia
Adakah kata yang bisa hati ungkap lagi
Waktu telah membuat aku kalah telak
Semua bagiku seperti boomerang yang terlempar
Sadis..bengis..dan tragis
Tak tau lagi,dan sudah tidak bisa meraba lagi
Hati dan raga ini tercabik..
TUHAN..jikalau hari ini nyawa kan terlepas
aku kan pergi menemui kekekalan
Aku siap...sakit sudah kurasa
Aku terjerembab
Aku terjatuh..tersungkur
Sakitnya adalah sakitku
Kesalahan yang harus kami tanggung
Biarkan semua hilang
Aku bukanlah aku lagi
Sakit...
Rabu, 01 Juni 2011
Aku Ingin Dicintai KarenaNYA
jika kau mencintaiku karena sifatku yang ceria
menjadi semangat yang menyala didalam hatimu
kemudian aku bertanya
bila keceriaan itu kelam dirundung duka
seberapa muram cintamu kan ada
jika kau mencintaiku karena kecantikanku
menyejukan setiap mata yang memandangnya
kemudian aku bertanya
saat kecantikan itu memudar ditempuh usia
seberapa pudarkah kelak cintamu kepadaku?
jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku
membuatmu yakin pada putusanku
kemudian aku bertanya
ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua
seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku?
jika kau mencintaiku karena kemandirian yang kumiliki
menyamatkan rasa banggamu yang mengenalku
kemudian aku bertanya
jika di tengah itu rasa manjaku tiba menyeruak
seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku
jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku
menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu
kemudian aku bertanya
andai ketegaran itu rapuh diterpa badai
seberapa kuat cintamu bertahan
jika kau mencintaiku karena pengertian yang kau berikan
menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam
kemudian aku bertanya
kelak pengertian it tetahan ego sesaat
seberapa kau mampu mengerti cinta ini
jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku
menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku
kemudian aku bertanya
mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku
seberapa besar cinta mampu memaafkan
jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku
bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
kemudian aku bertanya
kala iman itu jatuh menurun
seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku?
jika kau mencintaiku karena ku yang telah kau pilih
sebagai cinta yang kan kau pegang sepanjang hayat
kemudian aku bertanya
pun hati ini tergoncang
seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia
andai sejuta alasan tak cukup
untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku
maka biar ku pinta satu alasan untuk menjaga cinta ini.
aku ingin kau cintai karena allah..
karena Dia kan selalu ada tuk menjaga
maka cintaku kan tetap utuh dan setia
hingga kelak ku tak mampu lagi mencintaimu
karena cintaku berpulang padaNYA
Jumat, 27 Mei 2011
terompet sang MAHA

sekarang adalah ajalku
sekarang adalah waktuku..
terompet itu telah berbunyi
menggema di semesta raya
memantul-mantul tak beraturan
ya..apakah ini ajalku ?
ajal yang siap menjemputku
mengajaku menari dan berdansa
di tempat yang sebelumnya tidak pernah aku lihat
tempat yang paling indah
tempat dengan alunan musik tersyahdu
dengan alunan suara orang termerdu
dan dengan ayat-ayat suci yang dialantunkan
heiii...kalian?
apakah ini surga?..apakah ini yang dinamakan firdaus
tempat dimana para orang baik berkumpul
orang yang tidak pernah melakukan dosa
dan orang yang taat akan sebuah perintah
tidak..tidak..
tempat ini bukan untuku..bukan bagiku
aku tidak pantas berada disini
hidupku penuh kenistaan..
penuh dengan limpahan dosa
harusnya aku ada di tempat seberang sana
tempat terpanas,dengan api yang menjilat-jilat
bau anyir darah dan nanah..
tapii.....
ini tempatku..impianku..harapanku
sang MAHA punya rencana terbaik untukku
wujudkan,ciptakan
semua yang terbaik pasti kan laik
dan akulah yang laik itu...
dan kini adalah pembuktian
Kata

kata.....
dengan kata kita bisa tertawa
dengan kata kita bisa menangis
dan dengan kata pula kita bisa menaklukan dunia
dengan kata kita juga bisa melihat kejadian masa lalu
bahkan 5000 tahun yang lalu
semua yang ada di dunia ini bisa jadi milik kita
tapi juga bisa hilang tanpa adanya kata-kata
dengan kata manusia bisa keluar dari kegelapan
dengan kata kita takkan terkubur dari kesuraman
apa yang kita rasakan..
kita pikirkan dan kita ketahui
semua bisa kita sampaikan hanya dengan kata-kata
dan kita bisa genggam dunia ini juga dengan kata
ya kata-kata....
yang terbentuk dari beberapa unsur huruf
menyatu merangkai kalimat dalam kata
kata..dan kata yang menguasai dunia
Senin, 23 Mei 2011
Akoya

sayangku..
cintaku...
kini aku telah mengerti
kaulah cintaku belahan jiwaku
saat aku jumpa pertama denganmu di lembah plum itu
aku langsung tahu
bahwa kau adalah belahan jiwaku
sayangku...
buanglah masa lalumu
dan jadilah miliku
saat pertama merasakan ini
jantungku berdebar,,
hatiku tergetar..
sayangku...
saat aku mendengar suaramu..
dan saat aku menyentuhmu
aku merasakan suatu aura kebahagiaan
kau adalah diriku yang satunya
dan aku adalah dirimu yang satunya
aku mencintaimu melebihi diriku
kita bertemu setelah sekian lama terpisah
sesungguhnya kita satu jiwa
jiwa yang terpisahkan hawa dunia
sayangku..
belahan jiwaku
lembah ini mempersatukan kita kembali
menjadi satu nyawa..satu arti
sayangku....ruh jiwa ini sepenuhnya milikmu
dan ruh jiwamu sepenuhnya miliku
semesta ini yang kan menaungi kita
dalam satu..dan satu
andromeda kan jadi jawaban atas semua raguku
dalam satu genggaman
dalam satu dekapan..
cinta dan rindu akoya
-mirror mask -
Selasa, 17 Mei 2011
hati ( angin )

angin....
aku tak pernah menyadarinya
bagaimana dia lahir dan bergerak
bentuk angin..suara angin
dia adalah udara yang melambai bergerak
angin yang bisa mendorong tubuhku
angin adalah hawa yangselama ini masuk
ke sela-sela jariku
ooh angin...
bagaimana datang dan perginya angin
lihat..awan mulai bergerak
apakah itu kekuatan angin
ya..angin yang menggerakan awan itu
apa sebenarnya angin itu
bagaimana dia hidup
jiwa sang angin
warna angin..suara angin..
bentuk angin..gerak angin
aahh aku tak tahu
karena dia tak bisa dilahat
tapi dia ada dan pasti bisa kuungkapkan
murkanya adalah kebinasaan
tapi lembutnya adalah kesyahduan
angin..udara..dan bayu
Senin, 16 Mei 2011
Huesca
Heart of the heartless world,
Dear heart, the thought of you
Is the pain at my side,
The shadow that chills my view.
The wind rises in the evening,
Reminds that autumn is near.
I am afraid to lose you,
I am afraid of my fear.
On the last mile to Huesca,
The last fence for our pride,
Think so kindly, dear, that I
Sense you at my side.
And if bad luck should lay my strength
Into the shallow grave,
Remember all the good you can;
Don't forget my love.
by john cornford
Jiwa di dunia yang hilang jiwa
jiwa sayang, kenangan padamu
adalah derita di sisiku
bayangan yang bikin tinjauan beku
angin yang bangkit ketika senja
mengingatkan ku musim gugur akan tiba
aku cemas akan kehilangan kau..
aku cemas pada kecemasanku,.
di batu penghabisan ke Huesca
di batas terakhir dari kebanggaan kita
kenanglah sayang, dengan mesra
kau kubayangkan di sisiku ada
dan jika untung malang menghamparkan
aku dalam kuburan dangkal
ingatlah sebisamu segala yang indah
dan cintaku yang kekal.
by chairil anwar
Minggu, 15 Mei 2011
Dua Merpati
"diatas kemah panglima ,seekor merpati berjongkok mengerami telornya"
"dibiarkan pannglima agar ia hidup,sedang ia sendiri pergi menghadang maut"
"alangkah bahagianya merpati itu,dengan tenang menunggu idamanya"
"seperti bahagianya seorang ibu yang menunngu kelahiran anaknya"
"diatas kemah panglima,seekor merpati berjongkok mengerami telurnya"
"kalau ditanyakan kepadanya tentang telornya itu ia akan menjawab..inilah miliku yang paling berharga"
"seperti bahagianya seorang ibu yang memiliki seorang anak dalam hidupnya,selamanya ia tak akan kesepian"
"apakah aku terlalu memberatkan alam ini,bila aku bebani cintaku dengan seorang lelaki"
"diatas kemah panglima,seekor merpati berjongkok mengerami telurnya"
"matahari,bulan,bintang-bintang dan seluruh alam ini kecil dalam pandanganya,lebih kecil dari telur yang dieraminya itu"
"seperti cinta kasihnya kepada seorang ibu terhadap anaknya melebihi segala cinta"
"apakah terlalu berat atau mustahil,bila aku sendiri ingin menjadi seperti merpati itu"
"diatas kemah panglima,seekor merpati berjongkok mengerami telornya"
"berkata merpati itu :"alam ini ingin dipandang dengan dua warna oleh wanita"
"kekasih besar adalah suami,dan kekasih kecil yaitu anak"
"masing-masing tunduk kepada undang-undangnya,wanita tidak mau tunduk kecuali terhadap undang-undangnya pula"
"hai merpati,engkau tidak mengenal panglima,tetapi ia telah meninggalkan kemahnya untukmu"
demikianlah nasib:keadilan yang berlipat ganda disatu pihak dan kekejaman berlipat ganda pada pihak lain"
"pujilah Tuhan hai merpati,sekalipun engkau tak punya bahasa dan agama"
"engkau hanya punya:cinta...instink...dan hidup"
"diatas kemah panglima seekor merpati mengerami telurnya"
"merpati bahagia yang akan menjadi Hud-hud sulaiman dalam sejarah"
"dihubungkan Hud-hud dengan sejarah dan sulaiman dan akan dihubungkan merpati itu dengan..Amr bin ash..
perasaan pohon ( terfikirkan )

terfikirkan sejenak...
melihat gagahnya pohon itu kekar berdiri
sejak pucuk pertamanya keluar dari dalam tanah
bagaimana dia bisa tumbuh sebesar ini..
dan kekuatan seperti apa yang digunakanya
untuk menghisap dan menarik air dari akarnya
apa kamu suka akan hujan ?
apakah juga kamu takut dengan badai ?
apa kamu benci kilat ?
apa kamu merasa kesakitan ?
ketika angin besar mematahkan tangkaimu
apa kamu punya serangga dan burung favorit
apa kamu tidur pada malam hari
apakah ketika matahari menyinari pagi hari perasaanmu jadi enak?
apakah ini perasaanmu..
ya ini benar-benar perasaanmu..
hal yang kadang tak pernah terbesit sama sekali di benak kami
padahal...hmmm
berkah dari tubuhmu selalu kami terima
tapi kami hampir tak menoleh sedikitpun
kini kutahu perasaanmu..
terimakasih..
Rabu, 04 Mei 2011
aku linglung

Bingung..Takut..Ngeri
membayangkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang..
Jikalau detik inipun untuk memutar otak dari kanan menuju kiripun teramat susah..
Menjadi petarung seorang diri
tanpa adanya komandan..
Dan anak buah membuat aku mati kutu
di tengah peperangan bangsa bar bar ini,
bangsa dimana yg punya harta,
kekuasaan,dan rupa..
dialah yang akan membuatnya jadi pemenang,
oh jamanku..Inikah bentuk hukuman..
Sakit dan tersakiti..
Memakai topeng ketegaran dan senyuman
untuk semangat orang lain..
Oh jamanku..
Aku tak tau sampai kapan bisa membagi
Anggaplah ragaku sudah mati..
Tinggal jiwa yang menuntun dan membangkitkan aku
untuk terus bernafas..Bergerak..Dan berfikir..
Tak ada seorangpun yg tau aku hanya sebuah robot kehidupan,
korban dari ketidak adilan...
Anak..Anak..Dan anak..
Nyawaku kini sepenuhnya miliknya..
Masa bodoh dgn diriku..
Aku linglung..Hahaha
meracau ??

hari ini saya ingin mengeluh..
meratap..menangis..tertawa..
dan berusaha meluapkan segala ganjalan di dalam raga ini...
Tuhan..saya selama ini diam..berusaha tegar...
mengembangkan senyum untuk orang2 terkasih..
kaki saya jadikan kepala dan sebaliknya..
itupun masi hampa
tapi hari ini saya ingin mengeluh..
Tuhan..
Begitu nikmat ujianmu hari ini,,
terasa deras mengalir dari jam ke jam..
menit ke menit...detik ke detik
hingga detik ini pun kesabaranku masih kau uji...
Aku ingin mengeluh..berontak...kali ini saja...
lelah dan gontai kakiku sudah...
tangisanya..sakitnya..membuatku semakin lemah...
dalam titik nadir di kepala hamba..
ingin rasanya kuledakkan...dan kulenyapkan
Aku betul2 ingin mengeluh..
tak kan mungkin ada yang dengar..
menoleh..bahkan merengkuh...
Tuhan malam ini aku Hanya ingin mengeluh dalam waktu ini saja...
Setelah ini saya diam..tidak lagi mengeluh....
seperti apa ayah itu

ayah...bopo...romo...
aaahhhh..seperti apa dia
namanya hanya selalu tersuar dari mulut ibu
cerita perjuanganya hanya lewat saja di telingaku
aku hanya bisa melihat...dan menggigit ibu jari
disaat teman-teman sebaya ku dulu mendapatkan pelukan
dari sosok bernama ayah...
oohhh ibuu...gemas rasanya kalbuku
aku ingin sosok bernama ayah itu
belikan aku jikalau perlu..rindu padu diriku
atau jikalau kau tak mampu membelikanya..
carikan sosoknya di tempat sampah itu
sebagaimana ceritamu dulu aku pernah dibuang disitu
ibuuu...tolong bantu aku cari sosok itu
diujung langitpun..bantu aku ibuuu
dan ibu hanya bisa menjawab
"maaf aku tak bisa anakku"
terasa lesu..
Selasa, 05 April 2011
penangkap bunyi

mengenalnya sebagai sosok sempurna..
bukan sempurna karena kelebihannya..
tapi sempurna karena kekurangannya..
dia yang selalu membuat jiwa ini damai..
kalbu ini terasa tenang
dia yang selalu masuk ke saku kiri...
memeluk aku dan menemani setiap detik waktuku
dia penenang jiwa
selalu membuat senyum ini terkembang
tawa ini terlepas bebas
dan raga ini ringan melangkah
wahai engkau tidurlah kau di dada sebelah kiriku..
nyaman selalu rasa hati bersamamu
penangkap bunyi...
adalah wujud kasat mataku
jiwa ini selalu merindumu ....








