Senin, 09 April 2012

Syair Perempuan





Kota bergerak mencari kata-kata
Lewat panggung pentas dalam bahasa mata Memikat
Orang-orang di sini masih menjadi jam Tidur
Penuh sandiwara murahan

Lihat, salam hangat perempuan
Lentik matanya
Ketika sedikit kata-kata menari
Sampai jejak pintu pentaspun memanggil
Namanya, dengan tekun

Dengarlah, robekan tepukan mengucurkan
Teriakan, ada senyuman diperdengarkan
Untukku dan lampu-lampu kehilangan warna
Kehangatannya, kerinduannya
Sampai kudengar kau mengigau di luar teras
Puisi

Kota-kota kabupaten melewati beribu tapak
Pohonan merah
Kau yang mengatur ruangan kata
Dalam gerak seni
Tanpa kehilangan kodrat.

Selasa, 03 April 2012

- Ketika TUHAN Menciptakan Wanita -




Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,

"Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?"

Tuhan menjawab,

"Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?

" Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan,

punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".

Malaikat menjawab dan takjub,

"Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!

Tuhan menjawab,

"Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari".

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,

"Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?"

Tuhan menjawab,

"Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata."

"Untuk apa?", tanya malaikat

Tuhan melanjutkan,

"Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan,

kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan,

serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki,

ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita.

dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki,

dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri,

dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit,

mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu,

bahkan tertawa saat ketakutan. dia berkorban demi orang yang dicintainya,

dia mampu berdiri melawan ketidakadilan,

dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang,

dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia,

dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran.

dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian,

tapi dia mampu mengatasinya.

dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka. 

Senin, 02 April 2012

- Topeng kita -




            “Kita semua memakai topeng. Saya pakai Kamu juga. Tapi, topeng itu akan melelahkan kalo terlalu lama dipakai. Ada kalanya kita harus belajar membuka diri terhadap orang lain tanpa menelanjangi diri sendiri.”

hidup dalam kepura-puraan..yang seharusnya tangis harus menjadi tawa..dan sebaliknya yang harusnya tawa tapi harus jadi air mata..melelahkan memang..belajar bijak menjadi diri sendiri...belajar untuk memberi kebahagiaan utuh kepada orang lain..tanpa mengesampingkan kebahagiaan kita...

hempaskan buasnya....hempaskan lembutnya...dan rengkuh damainya..jiwa kita..untuk kita..dan hanya kita