Jumat, 21 Oktober 2011

Teman Melukis-ku



Menggoreskan kuas dan cat hitam ini ke sebuah kertas , seperti melukiskan kembali sebuah alur cerita manis, Dulu dalam sebuah lakon dia hadir menelisik jalan pikiran dan hati yang sudah mulai membeku,dia mencairkan semua dengan dua buah kata yaitu cinta dan rindu , dulu dia menemaniku dalam malamku,dia selalu menemaniku menulis dan melukis alur jiwa,dulu suaramu adalah semburat semangatku

ahh...tapi itu dulu,kuas ini kini mengalun seorag diri tanpa pendamping kisah ,kini hanyalah tinggal warna hitam semburat pilu , sebuah kenangan dari alur ornament jiwa ini kekasih jiwa , teman melukisku , rindu aku pada nadamu , rindu akan suara jiwamu ,jika tak berujung , ijinkan aku mengenangmu dalam guratanku
kepada "dia" aku hanya ingin berujar sebuah kata yaitu "Rindu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar