Selasa, 21 Juni 2011

Gumam Penghabisan


Segalanya kemudian menjadi temaram
ketika senja direnggut malam
dan kereta ajal tiba menjemputku
di tiang gantungan...

hari datang dan pergi
menjinjing selaksa teka-teki
kemungkinanpun gerbang tak terkunci
sedangkan ajal dan duka
menunggu di tikungan
menyergap harapan..

selamat tinggal tak sempat terucap kepadamu,nak..
saat kereta itu tiba..
mayatku diturunkan dari tiang gantungan
dicatat di satu dua kalimat oleh koran-koran
"hari ini seorang TKW indonesia dihukum gantung"
lalu hilang di lubuk malam
orang-orang tak menyimpan arsipnya

di bekas roda kereta maut yang tiba
berlalu benar kemiskinan memerosotkan martabat
keadilan hanya kata-kata manis bagi orang tak berdaya
yang tidak masuk dalam hitungan elite politik

segalanya kemudian menjadi temaram
ketika sang senja direnggut malam
dan kereta ajal tiba menjemput di tiang gantungan
aku sekarang bergumam sendiri..
menggumamkan dosa penghabisan
mengumumkan kembara kami para tkw..
hanya satu yang teraba
martabat sudah terlalu jauh..
karena sudah diperosotkan kemiskinan

Jumat, 17 Juni 2011

Kematian


Biarkan aku terbaring dalam lelapku,
kerana jiwa ini telah dirasuki cinta,
dan biarkan daku istirahat,
kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.

Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini,
dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.
Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,
dan bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.

Biarku istirahat di ranjang ini,
kerana kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;
Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan menyejukkan jiwaku;
Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.

Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,
kerana makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.
Hapuslah air matamu, saudaraku,
dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.

Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak infiniti;
Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.
Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku.

Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.
Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan jemari merah jambu mereka;
Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku dan memberkatiku;
Biarkanlah perawan-perawan mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,
dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku.

~ Khalil Gibran~

Kamis, 16 Juni 2011

CINTA yang AGUNG


Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh

- kahlil gibran -

Waktu


Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.


Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.


Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

by kahlil gibran...

Rabu, 15 Juni 2011

THE RAIN IN JUNE


Nobody resolute
Rather than the rain in June
Its yearning-drizzle is hidden
To the tree which has bloom

Nobody wise
Rather than the rain in June
His footprints is erased
Which hesitant in the way

Nobody skillful
Rather than the rain in June
The unspoken thing is ignored
Absorbed by the root of the flower tree

by: Sapardi djoko damono

Sabtu, 04 Juni 2011

Ini Semua Kembali


jika hari ini semua daun sudah gugur
Semua burung telah berhambur terbang
Semua bunga telah lepas dari tangkainya
Dan binatang telah mati terinjak kaki manusia
Adakah kata yang bisa hati ungkap lagi
Waktu telah membuat aku kalah telak
Semua bagiku seperti boomerang yang terlempar
Sadis..bengis..dan tragis
Tak tau lagi,dan sudah tidak bisa meraba lagi
Hati dan raga ini tercabik..
TUHAN..jikalau hari ini nyawa kan terlepas
aku kan pergi menemui kekekalan
Aku siap...sakit sudah kurasa
Aku terjerembab
Aku terjatuh..tersungkur
Sakitnya adalah sakitku
Kesalahan yang harus kami tanggung
Biarkan semua hilang
Aku bukanlah aku lagi
Sakit...

Rabu, 01 Juni 2011

Aku Ingin Dicintai KarenaNYA


jika kau mencintaiku karena sifatku yang ceria
menjadi semangat yang menyala didalam hatimu
kemudian aku bertanya
bila keceriaan itu kelam dirundung duka
seberapa muram cintamu kan ada

jika kau mencintaiku karena kecantikanku
menyejukan setiap mata yang memandangnya
kemudian aku bertanya
saat kecantikan itu memudar ditempuh usia
seberapa pudarkah kelak cintamu kepadaku?

jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku
membuatmu yakin pada putusanku
kemudian aku bertanya
ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua
seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku?

jika kau mencintaiku karena kemandirian yang kumiliki
menyamatkan rasa banggamu yang mengenalku
kemudian aku bertanya
jika di tengah itu rasa manjaku tiba menyeruak
seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku

jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku
menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu
kemudian aku bertanya
andai ketegaran itu rapuh diterpa badai
seberapa kuat cintamu bertahan

jika kau mencintaiku karena pengertian yang kau berikan
menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam
kemudian aku bertanya
kelak pengertian it tetahan ego sesaat
seberapa kau mampu mengerti cinta ini

jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku
menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku
kemudian aku bertanya
mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku
seberapa besar cinta mampu memaafkan

jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku
bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
kemudian aku bertanya
kala iman itu jatuh menurun
seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku?

jika kau mencintaiku karena ku yang telah kau pilih
sebagai cinta yang kan kau pegang sepanjang hayat
kemudian aku bertanya
pun hati ini tergoncang
seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia

andai sejuta alasan tak cukup
untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku
maka biar ku pinta satu alasan untuk menjaga cinta ini.

aku ingin kau cintai karena allah..
karena Dia kan selalu ada tuk menjaga
maka cintaku kan tetap utuh dan setia
hingga kelak ku tak mampu lagi mencintaimu
karena cintaku berpulang padaNYA