Minggu, 19 Februari 2012

Ibu Yang Bukan Peri







sudah lama aku meninggalkanmu
demi sebuah kata yang tak pernah habis
sudah lama aku meninggalkanmu
demi kepentingan yang bukan lagi miliku
sudah lama aku meninggalkanmu
demi mengikuti kata hati yang tiada habis

arjunaku..seiring perkembangan waktu
aku sedih melihatmu berjalan sendiri
jiwa yang sebenarnya tidak aku inginkan
dirimu menjadi pemberontak,pemarah,
aku tau kau kehilangan sosokku

arjunaku..demi Tuhan bukan itu mauku
inginku mendampingimu setiap detik waktu
menjadi pelipur laramu..teman bermainmu
tapi ada luka yang menyayatku
setiap aku bersamamu..

arjunaku..aku bukanlah ibu peri yang baik
harusnya kusadari itu..kupahami itu
kau selalu asing dengan sosokku
arjunaku seiring waktu
ingin kubawa kau pergi dari semua ini

jauh dari tempat ini..kita berdua
dan akan merasakan gemingnya berdua saja
agar aku bisa menunjukan bahwa aku bisa merawatmu
ibu peri mu ini lelah sayang
kepentinganmu selalu terabaikan

kan kususun puzzle yang hancur ini lagi
demi kamu..ibu yang tak menyayangiku
ayah yang tak memperdulikanku
dan dunia yang hitam buatku

ku tak akan mengeluh lagi sayang
ulurkan tanganmu,kita tapaki
kita mulai lagi sebagaimana kau baru terlahir dulu
maafkan ketidakmampuan ibu bukan perimu ini

sayang kamu selalu dafaku

2 komentar:

  1. Auntie...aku merinding bacanya.. :'(

    It touches me so much, deep inside.

    BalasHapus
  2. yaps so deep...i feel its mine dear :)

    BalasHapus